Bubuk Tara (Caesalpinia Spinosa)
Pengambilan tersedia di eHouse Rishon
{{ closest.page.content }}
Pengiriman andal
Pengembalian fleksibel
Deskripsi
Juga dikenal sebagai: Karob Peru · Tanin tara
Bubuk Tara adalah tanin nabati tipe pirogalat, yang dihasilkan dari polong biji Caesalpinia spinosa, semak yang berasal dari lembah Pegunungan Andes di Peru. Polongnya mengandung 43–51% tanin, sehingga tara menjadi sumber yang andal dan berkelanjutan untuk pewarnaan alami. Secara tradisional, bahan ini digunakan dalam penyamakan kulit untuk menghasilkan dasar yang pucat dan berkualitas tinggi, serta dalam tinta dan pewarna hitam pekat.
Dalam pewarnaan alami dan cetak botani, tara menghasilkan warna krem hangat yang jernih saat digunakan sendiri, dan berubah menjadi abu-abu tua hingga hitam dengan penambahan besi. Tara sangat dihargai sebagai tanin dasar pada serat selulosa dan sebagai bahan pendamping untuk meningkatkan ketahanan cahaya dan ketahanan cuci dari pewarna alami lainnya. Sebagai tanin andalan di banyak studio pewarnaan, tara sering digunakan sebagai langkah awal untuk membangun warna yang kompleks dan berlapis.
Tara kami dipanen secara berkelanjutan oleh petani lokal tanpa merusak tanaman. Tanaman ini membantu mencegah erosi tanah sekaligus memberikan penghasilan penting bagi masyarakat pedesaan.
Senyawa pewarna aktif
Tanin pirogalat (tanin terhidrolisis, kaya akan asam galat)
Nomor CI
Belum ditetapkan
Tips gradasi warna
- Tanpa mordan: krem jernih
- Dengan besi (1% ferrous sulfate): abu-abu hingga hitam pekat
- Sebagai bahan tambahan: meningkatkan ketahanan cahaya sebagian besar pewarna alami
- Afinitas serat: sangat efektif pada selulosa; lebih halus pada serat protein



















































































































































































































































